-----
PEDOMAN KARYA
Jumat, 28 Februari 2025
Ramadhan adalah
Madrasah Kehidupan
Oleh: Furqan Mawardi
(Muballigh Akar Rumput)
Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan
rahmat, sering kali kita sebut sebagai “madrasah kehidupan”. Sebuah sekolah
spiritual yang menawarkan pelajaran-pelajaran berharga, tidak hanya bagi umat
Islam, tetapi bagi setiap individu yang ingin memahami makna hidup yang lebih
dalam.
Di madrasah ini, kita diajarkan berbagai
nilai kehidupan yang tak ternilai harganya, yang jika diterapkan dengan benar,
akan membawa perubahan positif dalam kehidupan kita.
Selama sebulan penuh, kita memasuki “kelas-kelas”
kehidupan yang menuntut kesabaran, ketabahan, keikhlasan, dan syukur. Puasa,
yang menjadi inti dari bulan Ramadhan, adalah ujian pertama dan utama yang
menguji sejauh mana kita dapat menahan diri dari hawa nafsu dan godaan duniawi.
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga,
tetapi juga menahan amarah, rasa kecewa, dan segala hal yang bisa merusak
kualitas ibadah kita. Di sinilah kita belajar tentang kesabaran, yang pada
kenyataannya adalah salah satu pelajaran terpenting dalam hidup ini.
Selain itu, Ramadhan mengajarkan kita
tentang keikhlasan. Setiap amal yang kita lakukan di bulan ini, dari berpuasa
hingga berinfaq, berusaha untuk kita lakukan dengan tulus karena Allah.
Kita belajar untuk tidak mengharapkan
pujian atau balasan dari orang lain, tetapi semata-mata untuk mendekatkan diri
kepada Sang Pencipta. Dalam dunia yang penuh dengan sorotan media sosial dan
keinginan untuk diakui, Ramadhan mengingatkan kita untuk kembali ke niat yang
benar dan murni.
Namun, madrasah Ramadhan bukan hanya
tentang hubungan kita dengan Allah. Ramadhan juga mengajarkan kita tentang
hubungan kita dengan sesama manusia. Seperti halnya seorang pelajar yang tidak
hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga berinteraksi dengan
teman-temannya, kita pun diajarkan untuk memperbaiki hubungan dengan orang
lain.
Di bulan ini, kita diajak untuk mempererat
silaturahim, saling berbagi, dengan bersedekah, berinfaq maupun dengan ber
zakat. Ramadhan adalah waktu yang sempurna untuk mengingatkan diri kita bahwa
kehidupan ini tidak hanya tentang diri kita sendiri, tetapi tentang bagaimana
kita bisa memberi manfaat bagi orang lain.
Penting juga untuk mengingat bahwa
Ramadhan adalah bulan untuk merefleksikan hubungan kita dengan diri sendiri.
Banyak di antara kita yang merasa terjebak dalam rutinitas harian yang tak ada
habisnya, terfokus pada pencapaian materi dan kesibukan yang tak kunjung
selesai.
Ramadhan menjadi waktu untuk kita “mendengarkan”
hati kita sendiri, untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia dan menyendiri
dengan Tuhan, merenungkan makna kehidupan, dan memperbaiki niat serta tujuan
hidup kita.
Di tengah tantangan zaman yang serba cepat
dan materialistik ini, madrasah Ramadhan memberikan kita ruang untuk mengasah
nilai-nilai spiritual dan sosial yang sangat dibutuhkan. Ini adalah kesempatan
untuk memperbaiki diri, untuk mengenali kekurangan-kekurangan kita, dan untuk
belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar
dan dahaga, tetapi lebih dari itu—ia adalah waktu untuk membersihkan hati,
menenangkan pikiran, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah, sesama
manusia, dan diri sendiri.
Sebagai “madrasah”, Ramadhan juga
memberikan kurikulum yang relevan dengan kondisi kehidupan masa kini. Di tengah
zaman yang serba canggih, dengan segala godaan digital yang melimpah, Ramadhan
mengajarkan kita untuk kembali kepada esensi hidup yang sederhana dan penuh
makna.
Dalam keseharian kita yang sering kali
sibuk dan penuh tekanan, Ramadhan memberi kita waktu untuk memperlambat
langkah, untuk lebih banyak bersyukur dan lebih sedikit mengeluh, serta untuk
lebih banyak memberi dan lebih sedikit meminta.
Pada akhirnya, Ramadhan adalah sekolah
kehidupan yang tidak hanya mengajarkan kita tentang ibadah ritual saja, tetapi
juga tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik. Pelajaran yang kita
dapatkan di madrasah Ramadhan akan terus menemani kita, memberi kita kekuatan
dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup setelah bulan yang penuh berkah ini
berakhir.
Jika kita dapat menjalani Ramadhan dengan
sepenuh hati, maka bukan hanya puasa yang kita jalani, tetapi juga setiap
langkah dalam kehidupan kita akan penuh dengan makna, kedamaian, dan
keberkahan.
Semoga kita semua bisa menyambut Ramadhan
dengan niat yang tulus, menjalani setiap pelajaran yang diberikan dengan penuh
keikhlasan, dan menjadikan bulan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi
yang lebih baik. Sebab, seperti kata pepatah, hidup ini adalah sebuah
perjalanan panjang, dan Ramadhan adalah sebuah madrasah yang membawa kita lebih
dekat kepada tujuan hidup yang hakiki.***