![]() |
SHALAT IED. Anggota DPR RI Ashabul Kahfi tampil sebagai khatib Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah, di Kampus Unismuh Makassar, Senin, 31 Maret 2025. (ist) |
------
Senin, 31 Maret 2025
Kebiasaan Hidup
Sehat di Bulan Ramadhan Tidak Boleh Hilang Begitu Saja
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Anggota DPR RI,
Ashabul Kahfi, tampil sebagai khatib Shalat Idul Fitri 1446 H di Kampus Universitas
Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin, 31 Maret 2025.
Dalam khutbahnya, Ketua DPW Partai Amanat Nasional
(PAN) Sulsel menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan
selama Ramadhan, terutama dalam menjaga kesehatan dan produktivitas.
Ia menyebut Ramadhan bukan sekadar bulan
ibadah, melainkan juga momentum menerapkan gaya hidup sehat yang diajarkan
Islam. Menurutnya, puasa memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.
“Kebiasaan hidup sehat yang telah dilatih
selama Ramadan tidak boleh hilang begitu saja. Salah satu cara
mempertahankannya adalah dengan menjaga pola makan bergizi,” ujar Kahfi.
Ia juga mengapresiasi program Makan
Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Ia menilai program ini bukan
sekadar pembagian makanan, tetapi bentuk perhatian negara terhadap asupan gizi
anak-anak, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah.
“Program MBG perlu kita sambut dengan
baik. Bagi yang mampu, mari kita dukung,” ajak Kahfi.
Ia menyoroti pentingnya persiapan dalam
menghadapi bonus demografi yang tengah menyongsong Indonesia. Ia menegaskan
bahwa bonus demografi bisa menjadi keuntungan jika generasi muda dipersiapkan
dengan baik, terutama dalam hal pemenuhan gizi dan kesehatan.
“Hari ini, Indonesia menyongsong bonus
demografi. Ini bisa menjadi keuntungan besar jika kita mampu mencetak generasi
berkualitas. Apalagi, pada 2045, kita menargetkan Indonesia Emas. Generasi emas
ini hanya bisa terwujud jika kebutuhan gizi mereka terpenuhi dengan baik,” kata
Kahfi.
Menurutnya, hanya generasi yang sehat yang
dapat melahirkan generasi cerdas. Oleh karena itu, program MBG menjadi langkah
strategis dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
“Program MBG ini sangat mulia dan telah
dimulai tahun ini melalui kebijakan Presiden Prabowo dengan membentuk Badan
Gizi Nasional. Di Komisi IX DPR RI, kami mengawal program ini, termasuk di
Sulawesi Selatan,” tambah Kahfi.
Ashabul Kahfi mengungkapkan bahwa untuk
tahun 2025, pihaknya menargetkan pendirian 186 dapur di Sulawesi Selatan guna
melayani siswa yang membutuhkan makanan bergizi. Target jangka panjangnya
adalah menjangkau dua juta siswa di provinsi tersebut dalam dua tahun ke depan.
“Kita doakan dan dukung agar program ini
berjalan lancar serta dapat menjangkau anak-anak dari jenjang PAUD hingga
sekolah menengah, khususnya mereka yang sangat membutuhkan,” kata Kahfi.
Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang
bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, serta Badan
Gizi Nasional, Ashabul Kahfi menegaskan komitmennya dalam mengawal
program-program yang mendukung generasi sehat dan produktif.
“Membangun generasi yang sehat dan
produktif adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan gizi yang baik, kita dapat
menciptakan bangsa yang lebih kuat dan berkualitas,” kata Kahfi.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah
di Kampus Unismuh Makassar dihadiri sekitar seribuan jamaah. Panitia sebelumnya
mengantisipasi kemungkinan hujan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
“Jika hujan turun, shalat Idul Fitri akan
dialihkan ke Balai Sidang Muktamar Unismuh atau Masjid Subulussalam Al Khoory
Unismuh, tapi alhamdulillah cuaca cukup bagus,” kata Ketua Pengurus Masjid
Subulussalam Al-Khoory yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA)
Unismuh, Dr Kamaruddin Moha.
Sejumlah pimpinan turut hadir dalam salat
Idul Fitri di Unismuh, antara lain Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Unismuh Erwin Akib, dan Kepala BAAKSI Arfah Basha.
Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Dr KH.
Abbas Baco Miro, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
sebagai imam. (zak)